header-wrapper { background:#ffffff URL(/images/banner.png); height:240px; width:600px; margin:0 auto 0px; border:0px solid $bordercolor; }

Riwayat Pendirian NU Mojokerto

Oleh: Ayung Notonegoro* Riwayat Pendirian NU Mojokerto Letaknya yang berdekatan dengan Surabaya dan Jombang, menjadikan Mojokerto seba...


Oleh: Ayung Notonegoro*

Riwayat Pendirian NU Mojokerto Letaknya yang berdekatan dengan Surabaya dan Jombang, menjadikan Mojokerto sebagai perlintasan penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Sebagaimana kita ketahui, NU didirikan di Surabaya pada 31 Januari 1926 yang mana para penggerak utamanya berasal dari Jombang. Tentu saja, posisi yang senantiasa dilewati tersebut, menjadikan daerah bekas istana Kerajaan Majapahit itu tak luput dari gelora ke-NU-an. 

Salah satu contohnya adalah ketika Kiai Abdul Wahab Chasbullah - salah seorang pendiri NU - menggalakkan pendirian madrasah, di Mojokerto pun ikut serta. Di pelopori oleh KH. Zainul Alim dari Suronatan, Magersari, Kota Mojokerto, berdiri sebuah madrasah pada 1926. Madrasah tersebut kini dikenal sebagai Madrasah Al-Muhsinun, sebuah nama yang diambil dari orang yang memberi wakaf tanah, H. Muhsinun (Radar Mojokerto, 11 April 2018). 

Geliat kebangkitan para ulama di Mojokerto pun terekam tatkala NU memutuskan untuk mendirikan cabang di berbagai daerah. Dengan sigap para kiai di sana meresponnya dengan cukup baik. Sebagaimana terekam dalam Swara Nahdlatoel Oelama edisi nomor 7 tahun kedua, Rajab 1347. Pada edisi tersebut diberitakan perihal pendirian NU Cabang Mojokerto. 

Pada Ahad malam, 18 Dzulhijah 1347 H atau bertepatan dengan 28 Mei 1929, KH. Wahab Chasbullah bertandang ke Mojokerto. Ia didampingi oleh Kiai Bisri Syansuri yang saat itu menjabat sebagai Katib Syuriyah NU Cabang Jombang. Keduanya menghadiri sebuah musyawarah yang diikuti oleh para kiai dan tokoh masyarakat setempat. 

Dalam pertemuan tersebut, secara bergantian Kiai Wahab dan Kiai Bisri menjelaskan tentang pentingnya ikatan di antara umat Islam. Ikatan yang mampu menjaga syiar "li i'laa kalimatillah" dalam menghadapi tantangan zaman kala itu. Yakni, gerusan puritanisasi beragama (Wahabi) maupun kristenisasi oleh penjajah. 

Dengan menyitir berbagai dalil dari Al-Qur'an dan Al-Hadits, keduanya memberikan solusi yang tokcer. Solusi tersebut adalah dengan bergabung di NU serta mendirikan cabangnya di Mojokerto. Solusi tersebut langsung disepakati oleh para kiai yang hadir serta semua peserta musyawarah. 

Tak hanya disepakati, pada malam itu juga, dilakukan pembentukan kepengurusan. Dimana, KH. Zainul Alim terpilih sebagai Rais Syuriyah yang pertama. Ia didampingi oleh Kiai Muhammad Rozihan selaku Katib. 

Dalam pemilihan tersebut, juga dipilih beberapa A'wan (pembantu Syuriyah). Antara lain adalah KH. Muhammad Nawawi. Ia adalah seorang ulama yang gugur syahid saat perang revolusi menghadapi agresi militer Belanda pada 22 Agustus 1946. Nama lain di posisi A'wan ini antara lain Kiai Muhammad Imam, Kiai Abdul Barri, Kiai Muhammad Hafidz, Kiai Muhammad Dimyathi, KH. Muhammad Nawawi, Kiai Muhammad Muridan. Sedangkan yang ditunjuk sebagai Mustasyar hanya Kiai Muhammad Sa'id seorang. 

Adapun yang ditunjuk sebagai "presiden tanfidziyah" adalah Muhammad Kahfani (?) (tulisan aslinya: محمد كهفان). Ia ditemani seorang wakil yang bernama Haji Abdurrahim. Sedangkan sekretarisnya bernama Astro Husain ( استرا حسين) dan wakilnya, Haji Dahlan. Posisi "kasier" yang saat ini dikenal dengan sebutan bendahara dijabat oleh Haji Muhammad Idris. 

Pada struktur NU masa awal, memang tak mengenal pengurus lembaga sebagaimana dewasa ini. Tapi, dulu dikenal istilah "komisaris" untuk menjalankan tugas-tugas ke-NU-an dalam bidang-bidang tertentu. Pada struktur perdana kepengurusan Cabang NU Mojokerto sendiri ada enam orang yang ditunjuk sebagai komisaris. Berikut adalah nama-namanya: Muhammad Subhan, Muhammad Kholil, Muhammad Dimyathi, Astro Bana, Haji Abdurrahman, dan Pak Abu Khiar. 

Semenjak terbentuknya kepengurusan tersebut, NU di Mojokerto eksis hingga saat ini. Bahkan, saat ini ada dua kepengurusan Cabang. Di Kabupaten dan Kota Madya Mojokerto sendiri.
_________________
*PCNU Banyuwangi, Pegiat Komunitas Pegon.

COMMENTS

Name

Arsip,14,artikel,154,Buku,2,Fiksi,4,kitab,10,lombakisah,11,manuskrip,8,peristiwa,114,prestasi,11,rehat,27,resensi,11,testimoni,31,tokoh,70,
ltr
item
Halaqoh: Riwayat Pendirian NU Mojokerto
Riwayat Pendirian NU Mojokerto
https://3.bp.blogspot.com/-ipTnjR0xRkM/XGfO0tIQ4qI/AAAAAAAAQL0/n3Xb9-6EhioH5LWKnIf09Z9PAEtrC2cSQCLcBGAs/s640/images.jpeg-15.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-ipTnjR0xRkM/XGfO0tIQ4qI/AAAAAAAAQL0/n3Xb9-6EhioH5LWKnIf09Z9PAEtrC2cSQCLcBGAs/s72-c/images.jpeg-15.jpg
Halaqoh
https://www.halaqoh.net/2019/02/riwayat-pendirian-nu-mojokerto.html
https://www.halaqoh.net/
https://www.halaqoh.net/
https://www.halaqoh.net/2019/02/riwayat-pendirian-nu-mojokerto.html
true
2194765370271214888
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy