Istighotsah dan Cobaan Kebangsaan



Oleh: Wasid Mansyur*

Untuk sekian kalinya PWNU Jatim mengadakan Istighotsah Kubro, yang selalu dihadiri oleh para kiai sepuh dan para santri dari berbagai daerah se-Jawa Timur. Dan perlu diperhatikan dan hadirnya, hari Ahad 28 Oktober 2018 PWNU Jatim akan mengadakan Istighatsah kubro yang diadakan di Stadion Delta Sidoarjo pukul 06.00-selesai.

Dalam lacakan sejarah Istighotsah Kubro yang diadakan oleh NU, khususnya yang diadakan PW NU Jatim, selalu tidak hadir dalam ruang kosong. Ada penyebab atau pemantik serius, mengapa perlu beristighotsah bersama kiai dan santri atau masyarakat Muslim kaitannya dengan kondisi kekinian kita dalam  beragama dan berbangsa.

Pasalnya, dengan Istighotsah Kubro setidaknya diharapkan pertolongan dan bimbingan serta rahmat dari Allah SWT datang kepada kita
Sehingga bisa lepas dari problem kehidupan berbangsa yang menghimpit, untuk tidak mengatakan menusuk.

Lantas apa makna penting Istighotsah Kubro kali ini, bila dikaitkan dengan kondisi keagamaan dan kebangsaan kita sebagai anak bangsa, apalagi bila diseret dalam kontestasi politik 2019.

Pertama, soal pergerakan dakwah NU. Maksudnya kondisi kekinian NU yang selalu diserang oleh kelompok lain. Sebut saja, misalnya, soal amaliyah, yang dituduhkan bahwa amaliyah NU banyak bid'ah, kafir dan syirik. Mereka yang tidak senang NU selalu melakukan provokasi baik dilintasan medsos maupun di alam nyata dengan memanfaatkan masjid atas nama dakwah padahal ujarannya penuh kebencian yang jauh dari nilai Islam rahmatal lil 'alamin.

Mereka yang tidak senang pada cara dakwah NU selalu mencari kesalahannya, sambil melakukan penghinaan atas nama simbol keagamaan dengan tuduhan-tuduhan penuh kebencian, bukan berdasarkan keilmuan dan kearifan berpendapat. Dan kelak ini terus terjadi, sekaligus sengaja dijadikan biar publik semakin jauh dari tradisi-tradisi pesantren dan NU.

Kedua, Soal kebangsaan. Sampai hari ini, sejak tulisan ini dirancang, kita masih mudah bergesekan antar anak bangsa. Kebencian berlebihan seringkali menjadi jalan antar sesama anak bangsa saling curiga. Padahal, pembiaran akan kondisi ini sungguh akan berdampak buruk bagi kehidupan kita sebagai bangsa.

Belum lagi soal, kontestasi ideologis. Satu misal, yang masih hangat.  Bagaimana HTI, yang sudah disahkan sebagai organisasi terlarang masih bergerak secara laten. Ketegasan NU selalu disalahkan padahal ini adalah makar berbasis agama. Selalu menggunakan agama sebagai "tameng" untuk membangun kebencian publik agar ricuh dan NKRI terkoyak.

Pilihan Istighotsah Kubro bagi NU penting dengan kesadaran agar pertolongan dan rahmat Allah hadir sehingga NU dan bangsa ini bisa cerdas dan tanggap menghadang anasir-anasir buruk individu atau kelompok yang cenderung berpotensi memecah belah antar sesama anak bangsa.

Akhiran,  saatnya kita semua hadir dan guyub pada Istighotsah Kubro di Stadion Delta Sidoarjo. Semoga dengan Istighotsah Kubro cobaan kebangsaan yang datang bertubi-tubi segera hilang sehingga kita semua tetap konsisten menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI sebab yakinlah "Al-Du'a Silah al-Mukminin", doa ada senjata orang-orang yang beriman. Amin.
____________
*Wakil Ketua PW LTNNU Jatim, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Istighotsah dan Cobaan Kebangsaan"

Post a Comment

close