Mengungkap Rahasia "Mbah Sholeh" Santri Kanjeng Sunan Ampel

Oleh: Fuad Najib*

Masjid agung Sunan Ampel sudah tidak asing lagi bagi warga muslim Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama’ atau biasa disebut dengan Nahdliyyin. Masjid peninggalan Sunan Ampel ini jadi salah satu pusat penyebaran Islam kala itu dan pula menjadi pondasi system pendidikan pesantren di Indonesia. 

Karena telah dibangun pada zaman Kanjeng Sunan Ampel, tak heran jika masjid ini adalah salah satu masjid dan tempat pembelajaran tertua di Indonesia, yang sudah barang tentu memiliki santri.

Banyak kisah unik tentang santri-santri Sunan Ampel, salah satunya adalah kisah Mbah Sholeh, salah satu santri Sunan Ampel yang juga menjadi tukang sapu masjid, beliau merupakan pelopor tukang bersih-bersih masjid atau yang dikenal dengan marboat. 

Banyak versi kisah tentang keunikan Mbah Sholeh ini, yang sering kita dengar adalah beliau meninggal 9 kali, ada versi lain yaitu cerita dari Almarhum KH. Nawawi Muhammad (Nadlir dan Takmir Masjid Agung Sunan Ampel 1974-1998) bahwasannya itu adalah makam orang yang sholeh (bukan orang yang bernama Sholeh).

Setiap ada orang yang meninggal dan disaksikan Mbah Sunan Ampel lalu beliau dawuh: “ini orang sholeh”, maka orang sholeh itu dimakamkan ditempat yang bersebelahan (dengan sesama orang sholeh) hingga 9 kali, setelah itu Mbah Sunan Ampel meninggal Dunia.

Makam "Mbah Sholeh" bisa dipahami sebagai makam orang-orang sholeh berjejer 9  dan terletak di timur Masjid Agung Sunan Ampel berdekatan dengan Makam keluarga Gipo (Sagipodin).

Ada sebuah kisah terkait keunikan makam "Mbah Sholeh". Tepatnya pada tahun 2017, pengurus Masjid Agung Sunan Ampel yang dikomandoi oleh Ketua Takmir Masjid Agung Sunan Ampel yaitu KH. Muhammmad Azmi (yang merupakan putra dari Takmir sebelumnya yaitu KH. Nawawi Muhammad) mengadakan pembenahan terhadap beberapa titik untuk mempermudah peziarah atau jamaah agar lebih nyaman saat berziarah dan beribadah.

Salah satu titik yang dibenahi adalah atap makam "Mbah Sholeh", akan tetapi seringkali muncul kejadian ganjil ketika pemasangan atap makam (9 makam orang sholeh tersebut) selesai, pasti atapnya jatuh, dan peristiwa itupun terulang sampai 3 kali, seakan-akan merupakan isyarat bahwa yang dimakamkan (para Mbah yang Sholeh) tidak menginginkannya.

Kisah ini juga menegaskan bahwa para sholihin (orang-orang sholeh) meskipun "kapundut", wafat secara jasad, fisiknya, namun masih hidup secara spiritual. 

Wallahu a'lam.
________________
*Fuad Najib, Pengajar LPBA Sunan Ampel, Pengurus LTNNU Jatim

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengungkap Rahasia "Mbah Sholeh" Santri Kanjeng Sunan Ampel"

Post a Comment

close