Mengenal Sejarah Islam Di Negeri Wong Fei Hung


Oleh: Ahmad Karomi

Apa yang terlintas dibenak kita bila menyebutkan China?! Hmm, Komunis? Plagiat?Jurus Taichi? Jacky Chan?! Pernahkah  terbersit, bahwa China lebih dulu mengenal Islam daripada Indonesia, bahkan ribuan masjid berdiri kokoh di negara Tirai Bambu ini?! Sanad keislamannya pun bersumber langsung dari Sahabat Nabi.

Buku "Al-Masajid Fis Shin" karya Mahmud Yusuf Li Hua Yen ini menarik, karena melacak sejarah masjid-masjid di China. Beliau nyantri di Ma'had Al-Shiny, pesantren di China, (yang perlu digali jejaring Ulama, Pesantren atau bahkan Auliya'nya). Buku kuning ini dicetak pertama kali pada tahun 1979, dan diterbitkan Dar Al-Nasyr billughatil Ajnabiyyah, Peking. Li Hua Yen menuturkan masuknya Islam di China sejak 1300 tahun yang lalu, atau bertepatan Dinasti Tang (618-907 M). Dan masjid yang pertama didirikan adalah Masjid Huaxiang (baca: Huaiseng) terletak di Guangzhou.

Dalam Cersil Kho Ping Hoo kerap menyebutkan lembah-lembah dua sungai besar yaitu sungai kuning (Huang-Ho) dan sungai Yangtze. Kedua sungai tersebut dianggap sebagai jantung peradaban China.  Tak mengherankan bila banyak Pendekar yang lahir dari dua sungai legendaris ini. Begitu pula Guangzhou menjadi daerah kelahiran tokoh laga semacam Ip Man, Donnie Yen. Bahkan Wong Fei Hung.

Sebagian kalangan menganggap negeri Tirai Bambu kurang mengenal Islam, padahal di negeri ini-lah sahabat sekaligus paman Nabi Muhammad, yakni Sa'ad bin Abi Waqqosh menyebarkan Islam, ini pun tak luput dari hubungan diplomatik antara Dinasti Tang dengan kekhalifahan Islam yang dimulai pada 651 masehi atau pertengahan abad 7. Perkiraan di zaman Khalifah Utsman bin Affan.

Li Hua Yen mengatakan bahwa Islam mengalami pasang surut pasca Dinasti Tang, dilanjutkan oleh Song, Yuan, Ming. Wajar bilamana Islam di China kurang terekspos karena saat Dinasti Qing (Dinasti setelah Ming) dan Manchu berkuasa, muslim china mendapat tekanan luar biasa, sehingga menyebabkan terjadinya banyak pemberontakan Muslim dan berakhir dengan kebijakan Qing untuk melenyapkan etnis Muslim di China. Bahkan  jutaan Muslim dibunuh.

Lantas mengapa China menjadi tujuan dakwah Sa'ad bin Abi Waqqosh?! Sebab masyarakat China saat itu yang mayoritas mengikuti ajaran Confucius (Nabi Kong Hu Cu) merasakan adanya kecocokan dengan ajaran Islam yang di bawa Nabi Muhammad, yaitu menebarkan kebaikan dan kasih sayang. Ajaran utama Confucius menekankan cara menjalani kehidupan yang harmonis dengan mengutamakan moralitas atau kebajikan. Begitupula dalam Islam disebutkan innama bu'itstu liutammima makarimal akhlaq (Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlaq). 

Menurut ajaran Confucius, seseorang dilahirkan untuk menjalani hubungan tertentu, sehingga setiap orang mempunyai kewajiban tertentu. Oleh karena itu, datangnya utusan Islam yang dikomandoi oleh Sa'ad bin Abi Waqqosh disinyalir memiliki "setrum" hubungan dengan China, sehingga kedatangannya  mendapat sambutan yang baik dan ramah dari penduduk setempat sebagai bentuk refleksi moralitas atau kebajikan. Islam masuk China dengan jalan damai, bukan dengan menghunus pedang. 

Dalam kitab Rihlah Ibnu Bathuthah menuturkan: bahwa tiap kota China mempunyai komunitas Muslim. Dalam kota-kota ini ada masjid dan lembaga-lembaga lain. Orang-orang muslim sangat dihormati.”

Suku atau etnis muslim china yang terkenal, diantaranya suku Hui, Kazak, Uzbek, Mongol, Persia Xinjiang dan Uighur. Konon Uighur adalah salah satu dari beberapa suku Islam di China yang memiliki daya tarik tersendiri. Menariknya, secara fisik, suku Uighur tidak seperti lazimnya suku lainnya, mereka memiliki perpaduan timur tengah-eropa-asia. Jadi, jangan heran bila matanya sipit, hidung mancung mirip orang arab, rambut lurus ala Stephen Chow dan Donnie Yen.

Menurut survey, komunitas Muslim-China berjumlah 23 juta, bahkan ada yang mengatakan hampir 32 juta jiwa. Mayoritas mereka menganut madzhab Hanafi yang pastinya senafas dengan Islam Rahmatan lil alamin. Sayangnya, eksistensi mereka masih belum mendapat perhatian penuh dari pemerintah setempat.

Kreatifitas mereka tidak diragukan lagi. Islam memberikan pengaruh yang cukup signifikan di China terutama pada aspek arsitektur (masjid) dan kaligrafi. Dalam bidang seni kaligrafi China memadukan dengan khat Arab. Hebatnya lagi, di era Dinasti Kubilai Khan, telah berdiri Institusi Astronomi Muslim, tepatnya pada tahun 1271 Masehi. Kemudian Dinasti Yuan memprakarsai seni pengobatan cara muslim. Bahkan mayoritas Muslim China Hui juga mengikuti ajaran tasawuf. Sangat mirip dengan di Nusantara.

Jadi, jangan heran bila Indonesia kedahuluan dalam banyak bidang. Sebab mereka telah memiliki peradaban yang maju. Dan tidak semua yang berasal dari China hanya Panda, Naga dan Kera Sakti bukan?! Alangkah tepat, bilamana ajaran Ahlussunnah wal jamaah Annahdliyyah dikembangkan di Negeri Kungfu ini. Semisal mengutus Ulama, Santri Pesantren untuk berkiprah di sana, dalam rangka mempererat dan mengukuhkan kembali Islam rahmatan lil alamin. Bukan sekedar kirim TKI/TKW saja yang diperbanyak.

Wallahu A'lam
____________________

Ahmad Karomi (PW LTN NU Jatim)





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Sejarah Islam Di Negeri Wong Fei Hung"

Post a Comment

close