Di balik Pembatalan Tabayyun Full Day School Dalam Cangkir9 Episode: 3



Surabaya-Hiruk pikuk soal penerapan Full day school atau sekolah 5 hari telah menyita berbagai pihak dalam ruang pro dan kontra yang belum selesai dalam titik kesepakatan. Terkhusus, yang kontra meyakini penerapan Full day school dipandang mengancam eksisten pendidikan keagamaan, seperti yang diterapkan melalui model madin dan pesantren.

Padahal, model pendidikan karakter ala madin dan pesantren telah lama ada dan cukup besar kontribusi dalam melahirkan tokoh-tokoh bangsa, yang ikut andil mengawal proses kehidupan berbangsa dan negara.

Jadi, Sebenarnya Full Day School, bukan satu- satunya jalan terbaik dalam mewujudkan kerangka  model pendidikan karakter. Harapan bersama, agar ada klarifikasi santun dan jelas dari KEMENDIKBUD yang disaksikan oleh para pengajar, pelajar, pendidik dari pesantren dengan dikemas diskusi renyah antara kementrian dan praktisi pendidikan. Sehingga tidak terjadi generalisasi program Full Day School. Bukankah Pemerintah juga melayani dan mendengarkan suara rakyatnya?!

Atas dasar ini, Forum Cangkir 9 mengambil tema "Tabayyun Bersama Mendikbud". Tapi, diskusi kali ini sengaja dibatalkan disebabkan adanya berbagai macam problem teknis yang sulit dihindari, di samping tidak adanya kesanggupan pihak KEMENDIKBUD untuk hadir dalam forum ini. Padahal sejak awal, tim cangkir9 telah koordinasi dengan pihak KEMENDIKBUD.

Karenanya, melalui media ini, kami dari tim Cangkir 9 mengaturkan mohon maaf, dengan harapan semoga bisa bertemu kembali dalam forum Cangkir 9 dengan menghadirkan tema-tema aktual kekinian dalam rangka untuk ikut serta mengurai langkah-langkah solutif atas kondisi kebangsaan dan keagamaan terkini. (@69)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di balik Pembatalan Tabayyun Full Day School Dalam Cangkir9 Episode: 3"

Post a Comment

close