Umur Spiritual dan Lailatul Qadar


Oleh: Sururi Arumbani

Umur manusia dapat dikategorikan ke dalam beberapa dengan sudut pandang berbeda. Ada yang mengajukan umur kronologis, biologis, psikologis dan spiritual.

Ketika anda menyebut umur anda 35 tahun berdasar waktu lahir, artinya anda menghitung secara kronologis. Umur kronologis bicara deretan tahun, bisa lunar atau solar. Umur biologis bisa saya contohkan diri saya, ketika uban memenuhi rambut saya di usia (kronologis) 30 tahun, sejatinya usia biologis saya lebih dari itu, karena rambut beruban umumnya dimiliki mereka berumur lebih dari 50 tahun.

Usia psikologis berarti soal kejiwaan. Alat tes IQ, EQ bisa membantu. Semakin matang jiwa anda berarti anda sangat berumur. Nah, umur spiritual adalah ruhani, hubungannya dengan yang transeden. Saat ini, usia kronologis anda bisa saja 35 tahun, biologisnya juga nampak seperti 35 tahun, psikologis anda layak seumuran segitu, mulai matang, sabar, tanggung jawab dan lainnya. Namun usia spiritual anda bisa jauh lebih banyak, bisa 100 tahun. Karena kedekatan dengan Tuhan begitu intim selayaknya orang menekuni melatih ruhani selama 100 tahun.

Lailatul Qadar adanya di bulan ramadhan, bulan dimana melatih ruhani lebih intensif. Siapa saja pelatihannya serius, pencapaian usia ruhaninya bisa lebih dari 1000 bulan. Kanjeng Nabi Muhammad saat menerima wahyu di gua Hira adalah pencapaian lailtul qadar, usia ruhani yang luar biasanya tuanya. Semakin hari seiring wahyu yang diterima usia itu terus melejit, bahkan menurut saya jutaan tahun. Mengapa? Karena kesadaran, pengetahuan ruhaninya meliputi awal dan akhir seperti dikisahkan dalam peristiwa Isra' Mi'raj.

Nah, berapa usia spiritual anda sampai ramadhan ini? Atau malah minus sekian ribu tahun? Selamat berjuang menemukan lailatul Qadar. semoga sukses dan Selamat ulang tahun yang ke1000 bulan.
_________________________


Sururi Arumbani (PW LTN NU Jatim)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Umur Spiritual dan Lailatul Qadar"

Post a Comment

close