Pelajar Angkat Bicara Soal FDS



Surabaya-Di tengah riuhnya pro kontra tentang sekolah lima hari atau yang akrab full day school. Demikian pula dengan traffic pemberitaan tentang topik ini nyaris belum menyuarakan pendapat pelajar. Pasalnya, proses belajar mengajar bertujuan memposisikan peserta didik (pelajar) sebagai subjek.

Ironisnya, dalam kasus ini mendadak pelajar diposisikan sebagai objek. Bagaimana tidak, hampir seluruh pemberitaan baik pro atau kontra pada kebijakan full day school adalah mereka yang sudah tidak duduk dibangku sekolah. “Oleh karenanya, kami terpanggil untuk turut menyurakan pendapat para pelajar. Tak lain mereka yang kini masih duduk dibangku sekolah,” kata Ahmad Ainun Najib, Direktur Student Research Center (SRC) Jatim

Kebijakan full day school melalui Peraturan Menteri (Permen) No 23 tahun 2017, menurut Muhadjir Effendy Mendikbud, penerapan sistem full day school tidak akan menambah beban para murid. Sedangkan Wakil Presiden H M Jusuf Kalla, menegaskan kebijakan ini tidak bisa diputuskan di tingkat menteri, karena ini menyangkut 50 juta pelajar akan terkena dampak jika program ini belum siap diterapkan.

Penolakan juga datang dari PBNU. Ormas Islam terbesar di Indonesia ini melalui Sekjen PBNU merilis tujuh poin kerugian sistem penerapan full day school. Di antaranya beban belajar yang akan makin memberatkan siswa. “Di banyak tempat Madin biasanya dilaksanakan sore hari. Jika sekolah diberlakukan sampai sore hari, maka praktis mereka tak bisa mengikutinya,” kata H Helmy Faishal Zaini, di Kantor PBNU 14 Juni lalu.

Senin (19/6) lalu, Presiden Joko Widodo melalui Ketua Umum MUI dan Menteri Pendidikan menyampaikan akan menata ulang kebijakan full day school. “Presiden merespons aspirasi yang berkembang di masyarakat dan memahami apa yang jadi keinginan masyarakat dan ormas Islam. Oleh karena itu, Presiden akan melakukan penataan ulang terhadap aturan itu,” kata KH Ma'ruf Amin, Ketua MUI.

Penerapan Full Day School akan ditunda sampai Presiden Joko Widodo mengeluarkan peraturan presiden (Perpres). Lalu bagaimana respon pelajar? Lembaga Survei, Student Research Center (SRC) IPNU Jatim melakukan poling via whatsapp yang tersebar diseluruh grup pelajar di Jawa Timur mulai SMP/SMA sederajat. Dengan cara menulis nama, nama sekolah, kabupaten/kota lalu jawaban dan dikirim melalui nomer whatsapp yang tercantum hingga pukul 23.59 WIB per tanggal 19 Juni 2017.

“Alhamdulillah para pelajar merespon begitu cepat dan antusias. Dalam waktu sehari semalam kita menyebar poling melalui grup whatsapp pelajar, sebanyak 420 responde mengirikan jawabannya,” tutur Najib itu saat ditemui ditemui di kantor PW IPNU Jatim (21/06) lalu.

Dari 420 responden, 79.05% menjawab tidak setuju dengan sistem penerapan full day school. Sedangkan 20.95% setuju. Alasan penolakan full day school oleh pelajar adalah menguras tenaga dan pikiran sebanyak 38.25%. Tidak bisa membantu orang tua 16.87% dan bikin capek dan bosen dalam kelas sebanyak 15.06%.

Selebihnya para pelajar menjawab tidak bisa belajar ilmu agama di madrasah atau madrasah diniyah, tidak bisa berorganisasi dan keterbatasan waktu untuk bersosial masyarakat. “Poling ini kami lakukan untuk menyerap aspirasi dari kalangan pelajar. Kami berharap riset ini bisa menjadi data bagi pemangku kebijakan, bahwa pelajar tidak setuju dengan penerapan sistem full day school,” terang remaja yang juga pengurus IPNU Jatim ini.

Sekitar 85 pelajar berasumsi dengan adanya full day school, bisa meningkatkan pendidikan di Indonesia. “Pelajar Indonesia harus terus belajar dan tidak terlalu banyak bermain, dengan full day school waktu bermain mereka secara otomatis berkurang,” kata Fera Febriana pelajar SMKN 1 Banyuwangi ini.

“Poling melalui akun media sosial akan terus dilakukan. Ke depannya akan kami lakukan poling melalui twitter, facebook dan instagram karena akun media sosial tersebut sudah akrab dikalangan pelajar,” pungkas A Ainun Najib kepada tim media SRC.


Sumber berita langsung: Rofi'i Boenawi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pelajar Angkat Bicara Soal FDS "

Post a Comment

close