Mengenal (kembali) Makna Barokah


Oleh: Ifdlolul Maghfur

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam untuk memperdalam keilmuan Islam (Tafaqquh Fid Din), maka pesantren yang tersebar luas di Indonesia sejak munculnya hingga sekarang memang mempunyai daya tarik, baik dari sosok luarnya, kehidupan sehari-harinya, potensi dirinya, isi pendidikannya, maupun sistem dan metodenya.
                                                
Pesantren adalah lembaga pendidikan dengan bentuk dan ciri khas yang dimiliki negeri ini. Masalah pendidikan, khususnya menyangkut agama Islam, selalu menghadapi tantangan dan problematika yang tidak kunjung henti. Untuk mengurai problematika itu ada sebuah tradisi yang  dipercaya  sebagai solusi tak tertulis, yaitu barokah. Dalam komunitas pesantren, hal ini masih dianggap perlu dan diyakini sebagai motivasi belajar dan semangat mencapai sesuatu yang dicita-citakan.

Akan tetapi, dewasa ini di kalangan sebagian masyarakat, peran barokah seolah-olah terabaikan. Salah satu penyebabnya adalah dominasi materi pada masyarakat yang menjelma sebagai kaum materialis daripada spiritualis, sehingga berkuranglah keyakinan akan hadirnya barokah dalam kehidupan ini. Bahkan tidak mengherankan kesuksesan dalam bidang  apapun yang ditonjolkan hanyalah data-data prestasi yang diraihnya seakan-akan murni hasil karya pribadi tanpa “bantuan” Sang Pencipta.

Barokah ialah sesuatu yang bergerak tumbuh atau bertambah dan yang bisa membahagiakan orang yang mendapatkannya. Pengertian barokah ini kemudian tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Islam sehingga menjadi istilah yang sering sekali terdengar. Imam al-Khozin berpendapat bahwa pengertian barokah atau berkah adalah

ثُبُوْتُ الْخَيْرِ أَلإِلَهِى فِى الشَّئٍ


“Suatu kebaikan Tuhan (Anugrah Allah) pada sesuatu yang tetap”

Barokah dalam hal ini, mempunyai tiga arti. (1) Tetapnya kebaikan yang terus menerus (2) Tambahnya kebaikan yang banyak (3) Tetap dan tambah dalam memberikan kebaikan yang banyak dan terus menerus. Barokah bisa pula diterjemahkan sebagai bertambahnya kebaikan dari Allah. Menurut Muhammad Alwi al-Maliki al-Hasani barokah adalah sesuatu yang bisa memberikan ketenangan, kebahagian dan tambah kebaikan dari Allah swt. Dalam hal ini penulis lebih condong mengartikan barokah adalah suatu kebaikan dari Allah yang bertambah dan tetap bertambah baik bagi manusia.

Bagaimanakah caranya menanamkan pengertian bahwa barokah itu ada dan tetap diyakini sebagai hadiah dari Allah? Menurut hemat penulis, untuk menanamkan pengertian itu dimulai dengan cara pendekatan normatif-spiritualis. Yakni, mencontohkan kepada skala kecil –keluarga- untuk berpegang pada nilai-nilai atau norma agama, yang mana hal ini terintegrasi dengan peningkatan sisi spiritualnya. Kongkritnya seperti melakukan perintah agama dengan penuh penghayatan serta kepatuhan. Selanjutnya, menghargai serta memuliakan guru, orang tua, ilmu, serta orang lain.

Dengan demikian, memulai dari skala kecil inilah akan berkembang ke ranah skala luas yaitu masyarakat sekitarnya. Penulis optimis, cara sederhana (namun berat) ini menjadi entry poin membentuk keluarga dan masyarakat yang masih meyakini adanya factor “barokah” dari Allah.

                                                                                                           
___________________


Ifdlolul Maghfur
PW LTN NU Jatim. Alumni Krapyak Yogyakarta
Penulis Buku Spiritualitas Barokah

                                                                                                           

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal (kembali) Makna Barokah"

Post a Comment

close