RMI Putri Kab-Kota Kediri Selenggarakan Seminar di Hari Kartini


Kediri- Tanggal 21 April adalah Hari Emansipasi yang diprakarsai RA Kartini, dengan semangat Kartini, RMI (Rabithatul Maahid Islamiyah) Putri Kab-Kota Kediri mengadakan seminar di hotel bukit daun Kediri yang bertajuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemandirian Perempuan Dalam Bingkai Kepribadian Bangsa.

Acara ini dihadiri pemateri pertama yang disampaikan Dr. Hj. Noor Cholida Badrus atau akrab disapa Bu nyai lilik Ketua Staiba Purwoasri Kediri, beliau menyampaikan bahwa tipologi pesantren ada tiga; salaf, kholaf dan modern. Adapun pesantren salaf artinya sistem pendidikan yang dijalankan adalah semata-mata murni mengkaji kitab kuning, manajemen belum tertata dengan baik dan pengembangan SDM masih berorientasi pada sisi keilmuan agama. Pondok pesantren kholaf artinya pondok pesantren yang mengkombinasikan pendidikan umum dan pendidikan salaf, manajemen yang diterapkan adalah pagi sekolah umum dan sore hingga malam untuk kegiatan pesantren. Sedangkan pondok pesantren modern adalah pondok pesantren yang sudah mengadopsi nilai-nilai modern dalam penerapan pendidikan, manajemen maupun pengembangan SDMnya. Seiring berkembangnya zaman, kemudian muncul pesantren mahasiswa dan pesantren lansia.

"Kesemuanya memiliki tantangan dan solusi masing-masing. Benang merah yang menjadi PR bersama terutama bagi Pengasuh Pesantren yang dinaungi RMI adalah regulasi/aturan terkait penggunaan teknologi, medsos, dengan baik dan benar. Munculnya teknologi ditengah kehidupan santri haruslah disikapi dengan tegas, bijak, dan perlu adanya kesepakatan bersama khususnya para pengasuh pesantren dalam menghadapi era digital ini. " Kata Bu Nyai Lilik. "Dan aturan ini harus dirumuskan secepatnya, dengan harapan agar santri-santri tidak semakin terjebak dalam dunia maya, sehingga mereka bisa berinteraksi dengan lingkungan nyata di sekelilingnya dan membentuk kreatifitas, kemandirian serta karakter santri-santri yang benar-benar berkualitas dan berakhlaqul karimah" imbuh beliau.

Adapun materi kedua yang disampaikan oleh Dr. Hj Nurhayati Ali Assegaf tentang Kartini era modern. Bagi beliau, Kartini modern adalah wanita sholihah yang tidak hanya pandai memdampingi suami tetapi juga pandai mendampingi, membina masyarakat. Begitu pula santriwati di pesantren tidak hanya diajarkan ilmu menghafal tetapi juga cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sosial sehari-hari.

"Teladan terdekat adalah memotret kehidupan keseharian Bu Nyai; mulai dari berkeluarga, tata cara melayani santri, menjamu tamu, bermasyarakat." Tutur Bu Nurhayati.

"Kesuksesan seseorang bisa diukur dari generasi penerusnya, yakni tatkala generasi penerusnya menjadi sholih solihah dan bermanfaat bagi orang lain." Papar beliau.

Sebagai penutup, Bu Hj. Nurhayati Ali menandaskan bahwa pesantren adalah tempat terbaik untuk membentengi dampak negatif  teknologi, internet dan situs jejaring sosial. Jangan seperti Uni soviet yang hancur karena budaya populer seperti internet dan medsos yang telah mendominasi bahkan merampas kehidupan mereka dari dunia nyata. (@mi)



Sumber: Binti Suaidah (Pengajar STAIBA Purwoasri Kediri)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RMI Putri Kab-Kota Kediri Selenggarakan Seminar di Hari Kartini"

Post a Comment

close