Jalan Sufi Kartini



Oleh: Sururi Arumbani (Wakil PW LTNNU Jatim)

Menurut saya, apa yang istimewa dari RA Kartini adalah kegigihannya berjuang melawan egosentris, individualistik. Apa yang telah ia lakukan kemudian jadi insiparasi banyak orang. Kartini tidak tergesa menikmati hasil perjuangannya, baginya jalan perjuangannya disedekahkan kepada generasi selanjutnya. Api semangat abadi berjuang memperbaiki diri.

Kemampuan mengalahkan ego ini merupakan ciri utama para tokoh agama. Usaha menundukkan ego dan mengarahkan pada masa depan dan nasib orang lain adalah jalan sufi, jalan pembersihan diri.

Saat Kartini menikmati akses pendidikan, ia justru memikirkan nasib pendidikan kaumnya. Saat ia menikmati kemuliaan bangsawan ia memikirkan nasib masyarakat kebanyakan.Saat ia menikmati berguru pada ulama besar, Kyai Soleh Darat, ia justru memikirkan minimnya upaya pemahaman Al Quran umat. Maka hadirlah terjemah dan tafsir Quran bahasa Jawa karya Kyai Soleh Darat.

Ya, kartini sudah mampu melihat yang keseluruhan dalam dirinya, ia memikirkan dirinya sebagai bagian keseluruhan. Ia mampu memahami dan menjalani bahwa manusia adalah dari satu jiwa (من نفس واحدة).

Perjuangan Kartini adalah perjuangan penyucian diri. Bahkan takdirnya seolah menguatkan, ia harus rela meninggalkan putranya saat masih bayi. Mungkin untuk tetap menjaga apa yang dilakukan bukan untuk diri dan keluarganya semata, tetapi untuk semuanya, termasuk anda dan saya.

Selamat Hari Kartini
(@mi)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jalan Sufi Kartini"

Post a Comment

close