Ini Bahaya Penggunaan Gadget Bagi Anak



Oleh: Yuliana Safiah*
Kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat memberikan dampak positif maupun negatif. Diperlukan sosialisasi pemahaman orang tua dalam menentukan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan anak, sesuai tahap emosi maupun intelektual.


Menurut Rokhmah (2015) sudah banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada perkembangan psikologis anak, diantaranya: 1) Tidak suka berbicara, pada umumnya anak usia dini dianjurkan untuk selalu diajak komunikasi tetntang apa yang telah terjadi kepadanya. Selain untuk mendekatkan diri antara anak dan ibu, juga untuk menambah bnyak kosakata dalam perkembangan bahasanya. Namun, jika anak sudah dicandukan dengan gadget maka anak akan cenderung sibuk dengan gadgetnya dan menguruung diri serta tidak suka berkomunikasi dengan orang lain. 2) Egois Dengan kecanduan anak terhadap gadget juga menimbulakan rasa egois pada anak yang ingin menang sendiri yang menganggap dirinya paling benar. Hal itu dikarenakan karena mereka juga disibukkan dengann gadgetnya sehingga ia jarang besosialisasi dengan sekitar yang memiliki pola-pola kehdupan yang variatif. 3) Membuat anak malas untuk berimajinasi. Penggunaan gadget juga mempengaruhi perkembangan otak pada anak. Anak yang otaknya terlalu di ekspos dengan gadget cenderung mengalami penundaan kognitif,peningkatan impulsif dan penurunan kemampuan mengeksploitasi imajinasinya. 4) Lebih agresif Pecanduan akan gadget dapat membuat anak lebih agresif dan sulit dikendalikan. Orang tua menjadi diabaikkan ketika memerintah sesuatu karena anak hanya berfokus pada gadget.
Berdasarkan hasil survey Lemabang (2015) yang melakukan survey di Palembang terhadap 192 responden, bagaimana pengaruh gadget terhadap anak-anak itu? 71 responden (36,97 persen) menyatakan anak mereka jadi pemalas. Ada 19 responden (9,89 persen) yang mengatakan anak mereka jadi sakit/mengalami kelainan mata. Lalu 35 responden (18,22 persen) mengatakan anak mereka tidak mau berinteraksi dan 57 orang (29,68 persen) mengatakan tidak ada pengaruh apapun. Ada tiga yang tidak menjawab (1,56 persen).

Dampak Gadget
Bicara soal dampaknya, ada sejumlah alasan anak-anak harus lepas dari ketergantungan gadget. Pertumbuhan otak anak akan menjadi terlalu cepat, tidak sesuai dengan usianya. Belum lagi gadget dapat menghambat perkembangan anak serta menyebabkan obsesitas. Sembari tenggelam dalam permainan gadget, anak biasanya sambil ngemil. Inilah yang menyebabkan terjadinya obsesitas. Tak sedikit yang mengalami gangguan tidur. Ada pula yang terganggu mentalnya, karena kecanduan gadget. Sebagian anak jadi lebih agresif dari anak-anak pada umumnya. Tapi ada pula yang merasakan dampak lain seperti pikun digital. Tapi kebanyakan, anak mengalami adikasi, merasa tdak bisa hidup tanpa gadget. Orang tua harus paham dari dampak dari terpapar radiasi dari gadget secara terus-menerus dapat membahayakan si buah hati. Di sisi lain, edukasi yang diberikan gadget bersifat tidak berkelanjutan.
Sedangkan menurut dokter anak asal Amerika Serikat, Cris Rowan, dalam tulisannya di Huffington Post dalam http://belvania.com, menyebutkan beberapa dampak buruk gadget terhadap anak: 
1) Mengganggu pertumbuhan otak anak. Stimulasi yang berasal dari gadget akan berhubungan dengan fungsi eksekutif dan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan dalam belajar peningkatan impulsif dan menurunkan kemampuan dalam mengendalikan diri. 
2) Hambatan perkembangan. Penggunaan gadget akan membatasi gerak anak, yang mengakibatkan perkembangan terhambat. Satu dari tiga anak sekolah yang menggunakan gadget memiliki hambatan pada perkembangan, dan berdampak buruk pada prestasi akademik. 
3) Gangguan tidur. Sebanyak 75 persen anak yang bermain gadget di kamar tidur mengalami masalah pada tidurnya. 
4) Penyakit mental. Penggunaan gadget berlebihan menjadi penyebab meningkatnya laju depresi pada anak, kecemasan, gangguan perhatian, autisme, gangguan bipolar dan gangguan perilaku pada anak. 
5) Agresif. Konten kekerasan dapat menyebabkan agresif pada anak. Seperti pada game Grand Theft Auto V, yang ada menggambarkan seks, pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi. 
6) Kecanduan. Kurangnya perhatian orangtua, anak-anak cenderung lebih dekat dengan gadget karena kecanduan.  
7) Sikap. Secara psikologis anak yang sering bermain gadget akan berpengaruh pada sikapnya. Anak lebih menyukai kesendiriannya daripada harus bersosialisasi dengan teman-temannya.

Penutup
Pada hakikatnya, anak usia dini dapat memiliki waktu yang lebih penting yaitu bermain bersama teman sebaya. Ini memberikan dampak baik terhadap imajinasi dan cara berpikir pada masa yang akan datang.
Pembentukan karakter atau kepribadian anak bukan merupakan sebuah pelajaran, namun sebagai contoh kongkret dari bimbingan orang tua, guru media informasi dan teknologi, serta beberapa aspek kehidupan lainnya yang ikut mempengaruhi dalam keberhasilan perkembangan anak. Pendidikan karakter merupakan pelajaran blood to blood, yang mampu berjalan secara berdampingan dengan media informasi dan teknologi yang mengalami perkembangan semakin pesat dari waktu-ke waktu. 
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa membentuk karakter anak sejak dini merupakan suatu langkah yang baik dimana kita dapat mencegah dampak negatif dari perkembangan media informasi dan teknologi yang ada.  Saat keadaan tersebut telah dilaksanakan dan tercapai dengan sedemikian baiknya, maka tata krama anak akan kembali mengalami fase peningkatan, sehingga akan menimbulkan ketentraman dalam hidup bermasyarakat.
Hal lain yang dapat dilakukan dalam mengurangi penggunaan gadget dengan cara memberikan pujian atas karya atau hal baik yang dilakukan. Cara ini juga mampu merangsang anak melakukan hal tersebut kembali sehingga secara tidak langsung waktu penggunaan gadget juga dapat dikurangi. Dalam pengoptimalan potensi diri seorang anak diperlukan adanya peran orang tua yang menjadi elemen terpenting dalam pembentukan dan perkembangan kepada anak sejak dini. Salah satunya memberikan membimbing, mengawasi anak dalam penggunaan media informasi dan teknologi. Namun penggunaannya terhadap anak usia dini diperlukan pengawasan ketat dan sesuai aturan yang berlaku. Salah satu cara ampuh pengendalian pengguanaan gadget adalah dengan mengarahkan pada kegiatan karya secara manual.
·          
\* Mahasiswa Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar di STKIP PGRI Pacitan


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Bahaya Penggunaan Gadget Bagi Anak"

Post a Comment

close