Mengenali Sosok Ulama’ yang Teladan Pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum yakni KH. Wahab Hasbullah

Oleh: Zainal Fanani*
Mahabbah terhadap ulama’ merupakan suatu konsep pengidolaan diri kita terhadap ilmu, jika belajar ilmu maka tentulah tidak lepas dari yang namanya berguru bahkan lebihnya lagi harus mempunyai sifat hubb terhadapa guru kita bahkan orang-orang yang mempunyai derajat luhur yang mau mensyiarkan agama ini bahkan sampai memperjuangkan tanah air indonesia. Mengenal sosok ulama di indonesia ini terdapat beribu-ribu ulama yang menjuru keseluruh pelosok negeri, bahkan sampai ada di jawa sampai kepelosok jawa bertujuan untuk menyiarkan agama Allah sebagai penerus nabi muhammad Saw. Dan juga pembawa islam rahmatal liln ‘Alamin.
Sebenarnya ulama mempunyai macam-macam kreteria yang berbeda tetapi satu tujuan yakni mengislamkan yang kafir bukan mengkafirkan yang islam. Yang terpenting ialah bukan seorang pendusta hanya berpakaiannya yang kearab-araban memakai sorban celana cingkrang sambil memegang tasbih itu semua hanya formalitas bukan sebagai ulama’ yang mempunyai ilmu yang mengamalkan nilai-nilai ilmu juga berperan penting dalam mengubah pembentukan karakter santri yang kuat.
Salah satu sosok ulama’ yang kita kenal dari berbegai kalangan yang tak asing lagi ialah KH. Wahab  Hasbullah, akrap dipanggil dengan mbah wahab. Sosok ulama’ yang berperan penting dalam membangun persatuan bangsa juga penegak Aqidah Aswaja atau Ahlus ‘Sunnah wal ‘jama’ah melalui jam’iyah nahdhotul ulama’ dan sampai sekarang masih berkiprah di tengah masyarat indonesia.
Beliau merupakan salah satu ulama’ jaman dulu yang bisa dijadikan sosok teladan bagi santri sekarang, tidak hanya basic agama saja tetapi basic politik yang karismatik dikalangan warga jombang dan sekitarnya, sebelum penulis lanjut kepada sosok keteladan beliau dalam mengurus santri dan negara, penulis juga menyampaikan asal usul beliau.
Beliau dilahirkan dikota jombang tepatnya pada bulan maret tahun 1888. Beliau dilahirkan dikalangan Agamis ayah beliau yang bernama kyai chasbullah juga dikenal sebagai kyai Alim dan juga istiqomah mendidik santri dan juga beribadah. jika kita telusuri ke atas masih ada garis keturunan dengan keturunan Raja Brawijaya IV. Kecil beliau di didik ayahnya sendiri kemudian sampai dewasa ia juga pernah berguru kepada syaikhuna kholil bangkalan hingga nyantri ke tanah suci bersama KH. Bisri denanyar.
Beliau kalau kita gambarkan seperti pohon yang tinggi kemudian lebat yang bermanfaat bagi sekitarnya yang bisa mengayomi rakyat dan sekitarnya. Mengapa tidak ! setiap beliau pulang dari jakarta beliau membawa uang yang banyak sebelum beliau tiba dirumahnya beliau membagikan uang tersebut ke tetanga-tetangganya demi untuk merangkul dalam satu ukhuwah kasih sayang dalam bermasyarakat. Tak hanya itu, beliau Juga disiplin dalam mendidik santri-santrinya dan juga anak-anak beliau. Diceritakan Pada suatu saat beliau habis pulang dari jakarta ketika itu salah satu kyai ada yang menemani tapi penulis lupa kyainya ketika sampai tiba dirumahnya beliau tidak tidur seketika itu beliau langsung sholat malam hingga subuh kemudian ngimami di masjid bersama santri-santri tambakberas setelah ngimami beliau langsung mengajar ngaji ke santri-santri hingga menjelang dhuha. Dari sinilah kita mengenal sosok beliau yang disiplin akan kewajiban mengamalkan ilmu juga mendidik santri-santrinya yang tidak mengenal lelah dan disiplin waktu.
Dulu ketika beliau masih nyantri di mbah kholil bangkalan beliau dikenal sosok pemberani dan tangguh sesampai gurunya yakni mbah kholil bangkalan menyebut beliau sosok macan yang perkasa dan ini terbukti sampai beliau mbah wahab berjuang melawan penjajah beliau tidak patah semangat, keras dalam mengusir belanda hingga merdeka. Kehebatan beliau merupakan titisan dari leluhurnya yang hebat, contoh saja mbah syaicha yang asli namanya kyai abdus salam yang sekarang makamnya di tambak beras sebelah utara. Dikisahkan bahwa mbah syaicha dulu ketika bertemu dengan belanda beliau sama sekali tidak takut. pernah suatu ketika beliau berhadapan langsung dengan tentara belanda seketika itu beliau langsung menggeretak tentara belanda, langsung tenhtara dan kuda-kuda yang ditumpangi belanda langsung lumpuh ini merupakan  karomah yang diberikan kepada seorang ulama yang salih termasuk kakeknya mbah wahab sendiri.
Disamping beliau mengurus santri-santrinya beliau juga turut dalam memperjuangkan kemerdekaan atau disebut juga ikut  andil merebut tanah air  dari tangan penjajah. Mbah wahab merupakan teman akrap bapak soekarno, pada waktu itu sering bung karno sowan ke ndalemnya mbah wahab diantara mbahas tentang kemerdekaan indonesia. Perjuangan mbah wahab tidak hanya secara dhohir saja tapi batin beliau yang senantiasa mendoakan negara indonesia supaya terbebas dari belenggu penjajah. Setiap malam jum’at beliau mengumpulkan santri-santrinya ke masjid untuk mendoakan negara indonesia dengan melalui sholawat burda, hingga saat ini pondok pesantren tambak beras selalu mendoakan bangsa dan negara pada malam jum’at secara berjamaah di masjid. Kegiatan seperti ini masih berjalan sampai  sekarang di pondok pesantren tambak beras.
Selain itu mbah wahab selain menularkan ilmu kepada santri beliau juga aktif dalam berorganisasi yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah islamiyah di seluruh tahah air sehingga yang nantinya akan lahir organisasi Nahdhotul ulama’. Tapi sebelum itu mbah wahab tidak secara langsung bisa terwujud keinginannya tersebut tetapi beliau juga menunggu keputusan dari gurunya KH. Hasyim Asy’ari untuk menindak lanjuti akan terlaksana organisasi tersebut melalui istikhoro. Tapi sebelumnya itu beliau juga sempat mendirikan organisasi yang berupa nahdhotul waton,  nahdhotul tujjar dll. Semua itu ada tujuan masing-masing yang intinya untuk mempersatukan dan membela tanah air.
Salah satu peninggalan beliau ketika masih hidup dan sampai sekarang masih dinyayikan  di salah satu pesantren pada acara-acara hari santri ialah mars yahlal wathon. Syi’ir ini mengandung nilai subtansi yang tinggi, mengandung ajakan kepada kita bahwa kemerdekaan adalah hak bagi kita dan bebas dalam berbangsa dan juga membela tanah air. Salah satunya hubbul wathon minal iman. Simbol ini merupakan salah satu dari ucapannya hadrotus syaikh hasyim as’ari. juga yang tertuang dalam syi’ir tersebut merupakan simbol bagi pejuang nasionalis jaman dulu untuk membela tanah air. Dengan simbol ini hadrotus syaikh hasyim as’ari mampu menggerakan seluruh santri-santri nusantara hingga rakyat muslim lainnya untuk mengusir penjajah dari bumi nusantara.
Hinga saat ini indonesia merdeka dengan rahmat Allah bukan karena senjata yang lengkap bukan pula pasukan yang kuat tetapi semua itu karena rahmat Allah dengan melalui ulama-ulama nusantara yang sampai saat ini  beliau-beliau kita kenang selalu melalui butiran doa agar mereka tenang di alam qubur senantiasa diberi rahmat yang karena perjuangan dan pemikiran beliau indonesia sampai saat ini bisa merasakan nikmatnya merdeka.
Sekian dari penulis menghaturkan rasa terima kasih karena masih diberi kesempatan untuk menulis tentang kyaiku pahlawan bangsaku dengan judul “mengenali sosok ulama’ yang teladan pendiri pondok pesantren bahrul ulum yakni KH. Wahab Hasbullah”.

*Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenali Sosok Ulama’ yang Teladan Pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum yakni KH. Wahab Hasbullah"

Post a Comment

close