Alasan Kapolri Pilih NU Perangi Ujaran Kebencian

Surabaya -- Kebebasan berpendapat di dunia maya kian tak terkendali. Selain banyak nilai positif bermanfaat bagi masyarakat, namun berbagai macam ujaran kebencian berpotensi memecah keutuhan berbangsa dan bernegara juga tersebar.

Guna mempererat tali persaudaraan, Polri dan NU menandatangani MoU di gedung Mahameru Polda Jatim, Kamis (1/9/2016). Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj pun menandatangani MoU tersebut.

Selain Tito juga terlihat Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo, dan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah.

Di antara poin yang paling penting adalah bekerjasama dalam penyelesaian konflik sosial. Karena konflik yang ada tidak bisa diselesaikan oleh satu elemen saja, misalnya pemerintah.
"Tapi dibutuhkan semua pihak," tutur Kapolri Tito.

Kenapa dipilih NU? Tito mengungkapkan NU memiliki jaringan yang sangat luar biasa besar dan pengikutnya sekitar 90 juta orang lebih. Bahkan NU merupakan pendiri bangsa bersama TNI/Polri.
"Kita bersama-sama mempertahankan NKRI. Jika terjadi konflik sosial, kita harus bersama-sama menanganinya. Mulai pencegahannya dan pemulihannya. Tapi untuk penegakan hukum tetap dilaksanakan polisi," katanya.

Ideologi NU yang moderat mendukung UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika tepat untuk menjadi mitra bagi kepolisian dalam mengatasi konflik sosial yang dapat merenggut NKRI.
Sesuai Intruksi Presiden (Inpres) No 1 Tahun 2014, kata Tito, memerintahkan Kepala Daerah untuk membentuk tim terpadu penanggulangan konflik sosial. Tim ini bisa diketuai oleh Kepala Daerah. Sementara Wakilnya bisa dari Polri, TNI, tokoh masyarakat, termasuk NU.
“NU bisa masuk pada tim pencegahan dan pemulihan,” paparnya.

Kerja sama dalam penanganan konflik sosial ini menjadi lebih utama. Tapi bisa juga bekerja sama di bidang penanganan narkoba. Misalnya, di kampung narkoba yang susah dimasuki polisi dengan cara keras dan akan terjadi perlawanan dan korban seperti kasus di Pontianak.

Peran NU di sini bisa masuk melalui ceramah ke tokoh anak muda maupun masyarakat.
“Melalui ceramah kepada tokoh anak muda dan tua, masyarakat akan berubah pikirannya. Setelah berubah pikirannya, kalau masih ada yang membandel, lakukan penegakan hukum dengan didukung oleh masyarkaat,” terang jenderal yang orang tuanya asal Surabaya ini.

Sedang Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengakui kiai di kampung dan desa memiliki andil besar dalam dalam menangkal radikalisme dan memperkokoh NKRI.
Karena itu Polri diminta menggandeng mereka dalam menjaga Kamtibmas. Hal ini yang menjadi pembeda antara Indonesia yang memiliki mayoritas penduduk muslim dengan negara di Timur Tengah meski negara Islam.

“Di Indonesia damai dan tentram, perbedaan kecil antar umat beragama mampu diatasi dengan baik sehingga tidak sampai terjadi kontak fisik yang parah,” ungkapnya.

Ketua PWNU Jatim KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan kerja sama antara Polda Jatim dan jajaran, PWNU Jatim serta Pemprov Jatim terjalin dengan baik. Alasannya MoU ini bagi yang mecoba merusak dan mengobrak-abrik keutuhan NKRI bisa dihalau dengan kerjasama antara Polri dan NU.

“Kepolisian tidak mungkin sendiri dalam masalah penegakkan hukum. Jadi bisa lebih mudah dengan adanya kerja sama ini.," tandasnya.

Kiai Mutawakil mengaku, atas nama PWNU siap menjalankan perintah dalam kerja sama dengan Polda Jatim dan jajaran. Terutama dalam menangkal paham keras hingga menjadi terorisme yang mengancam keutuhan NKRI.

Munculnya ujaran kebencian lewat media sosial, tentu banyak pihak yang resah, di antaranya NU.
"Kami sudah buat tim pasukan udara untuk memantau dunia maya dari teman-teman Ansor. Namanya cyber force," tandasnya.

Cyber force, kata Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong ini sudah bekerja sejak beberapa bulan lalu. Tim ini yang memantau lalu lintas media sosial dan menganalisa ujaran yang berseliweran di dunia maya. "Jika ada ujaran yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa, dilaporkan ke Kominfo," terangnya. (Ifdlolul Maghfur/saiful)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Alasan Kapolri Pilih NU Perangi Ujaran Kebencian"

Post a Comment

close