Kau Delapan Tahun Silam

Puisi Gus Haidar Hafeez*

Ada banyak debu berhamburan
Ada banyak kata beterbangan
Debu-debu tayamum para salihin
Kata-kata literer ulamais salihin
.
Tasbeh seketika berputar kencang
Mengikuti arah angin
Menghantarkan kekacauan kian nyata
Kepergian ulama meninggalkan ummat
Tangis langit menggetarkan jagat
.
Kiai Muhammad Subadar
Masih kuingat dua tahun menjelang kekasih memenuhi panggilan tuhan maha hayyu
Kau nampak sibuk meladeni siapa-siapa
Dengan niat kau telah "idkhol surur"
Hingga "hablum minan nas" terlampaui
.
Kiai Muhammad Subadar
Dengan maksud mematuhi larangan demi kesehatan
Kau telah menyelsaikan hablum minallah
Bahwa berpantang demi kesehatan
Aromanya rasulullah banget
.
Sebagai warasah anbiya
Kau rela dicaci demi selamatkan kami-kami para kurcaci
Aku tidak paham kecuali aku tahu kau bahagia mengarungi waktumu
Jangan tanya tentangmu
Pastilah semua akan mengatakan kaulah
Yang kata Muhammad Saw adalah "khairun nas aksar anfa lin nas"
.
Kia Muhammad Subadar
Hatiku tergetar, jiwaku ngilu menatap esok tanpamu
Berada di kehangatan rindu bersamamu
Seakan aku kau bawa pada ruang pikir
Seruang dengan baginda rasulullah
.
Kiai Muhammad Subadar
Kedalaman ilmumu aku merasa nyaman mengarungi samudera kehidupan
Tidak kali ini, saat kau tinggalkan aku
Empang setinggi lutut aku waswas menyeberanginya
Gelap jiwa sepeninggalmu
Menziarahi rindu di makbarahmu hati terhidayahi karenamu
Aku "fajir" dan kau dekatkanku menuju "abid"
Sepanjang waktu tak terhitung kata kau lesakkan pada jiwa
Kini bagiku harta karun nilainya tak terhingga. (*)


Mengenang Kiai Muhammad Subadar

*Presiden #RumahSastra PP. Darul Ulum Karangpandan, Pasuruan


Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Kau Delapan Tahun Silam"

close